Jumat, 07 Februari 2014

Sekelumit Aplikasi PMRI

Pendidikan Indonesia mulai berkembang dengan adanya proyek Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI yang diujicobakan di SDN Percobaan 2 Yogyakarta mengalami kendala mulai dari siswa, buku, alat peraga, dan orang tua. Kendala yang dihadapi mulai dari siswa yang hiper aktif membuat kelas menjadi gaduh apabila kemauannya tidak tersalurkan sedangkan siswa yang lain hanya bisa diam saja menerima asupan materi dari guru. Padahal, PMRI menempatkan guru sebagai fasilitator dan membimbing.
Banyaknya kendala dan kekurangan seperti buku yang susah dipahami dan dicerna siswa SD, kurangnya alat peraga,  keberagaman sifat yang dibawa setiap masing-masing siswa. Untuk kelancaran metode PMRI perlu adanya koordinasi dari guru dan pihak penyelenggara proyek. Agar pelaksanaan metode PMRI berjalan lancar memerlukan:
1.      Rambu-rambu manajemen yang sesuai dengan prinsip-prinsip PMRI.
2.      Adanya standar penilaian dan format penilaiannya.
3.      Pembinaan berkesinambungnan untuk guru yang melakukan uji coba.
4.      Fasilitas alat peraga yang sudah siap digunakan.
5.      Buku ajar yang edukatif sesuai tingkat kelasnya.
PMRI adalah pengajaran yang berangkat dari realita yang dihadapi anak. Kelas yang mempunyai siswa heterogen diharapkan semua siswanya menjadi aktif di dalam kelas dengan pengetahuan dasar siswa masing-masing. Sehingga, matematika tidak menjadi mata pelajaran yang menakutkan bahkan menjadi momok tersendiri bagi siswa. Denngan adanya PMRI siswa mampu merasakan kesenangan dan kegembiraan dalam belajar matematika. Siswa tidak merasa terpaksa untuk belajar matematika, karena pembelajaran bisa dibawakan dengan suasana bermain.
Adanya alat peraga yang jelas bisa meningkatkan minat belajar siswa. Dalam kenyataan di lapangan ada alat peraga yang petunjuknya kurang jelas, sehingga siswa menjadi tidak terkontrol saat mereka aktif semua secara bersamaan dan kelas menjadi gaduh. Pada umumnya, siswa SD lebih suka bermain daripada belajar mandiri. Adanya PMRI guru dapat memfasilitasi siswa masa bermain untuk bermain dalam belajar khusunya matematika.

Sumber: Buletin PMRI edisi kedua Oktober 2003 hal.4

Oleh Budiyati, S. Pd. (Guru SD N Percobaan 2, Yogyakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar