Pendidikan Indonesia mulai berkembang dengan adanya proyek
Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI yang diujicobakan di SDN
Percobaan 2 Yogyakarta mengalami kendala mulai dari siswa, buku, alat peraga,
dan orang tua. Kendala yang dihadapi mulai dari siswa yang hiper aktif membuat
kelas menjadi gaduh apabila kemauannya tidak tersalurkan sedangkan siswa yang
lain hanya bisa diam saja menerima asupan materi dari guru. Padahal, PMRI
menempatkan guru sebagai fasilitator dan membimbing.
Banyaknya kendala dan kekurangan seperti buku yang
susah dipahami dan dicerna siswa SD, kurangnya alat peraga, keberagaman sifat yang dibawa setiap
masing-masing siswa. Untuk kelancaran metode PMRI perlu adanya koordinasi dari
guru dan pihak penyelenggara proyek. Agar pelaksanaan metode PMRI berjalan
lancar memerlukan:
1. Rambu-rambu
manajemen yang sesuai dengan prinsip-prinsip PMRI.
2. Adanya
standar penilaian dan format penilaiannya.
3. Pembinaan
berkesinambungnan untuk guru yang melakukan uji coba.
4. Fasilitas
alat peraga yang sudah siap digunakan.
5. Buku
ajar yang edukatif sesuai tingkat kelasnya.
PMRI adalah pengajaran yang berangkat dari realita
yang dihadapi anak. Kelas yang mempunyai siswa heterogen diharapkan semua siswanya
menjadi aktif di dalam kelas dengan pengetahuan dasar siswa masing-masing.
Sehingga, matematika tidak menjadi mata pelajaran yang menakutkan bahkan
menjadi momok tersendiri bagi siswa. Denngan adanya PMRI siswa mampu merasakan
kesenangan dan kegembiraan dalam belajar matematika. Siswa tidak merasa
terpaksa untuk belajar matematika, karena pembelajaran bisa dibawakan dengan
suasana bermain.
Adanya alat peraga yang jelas bisa meningkatkan
minat belajar siswa. Dalam kenyataan di lapangan ada alat peraga yang
petunjuknya kurang jelas, sehingga siswa menjadi tidak terkontrol saat mereka
aktif semua secara bersamaan dan kelas menjadi gaduh. Pada umumnya, siswa SD
lebih suka bermain daripada belajar mandiri. Adanya PMRI guru dapat
memfasilitasi siswa masa bermain untuk bermain dalam belajar khusunya
matematika.
Sumber: Buletin PMRI edisi kedua Oktober
2003 hal.4
Oleh Budiyati, S. Pd. (Guru SD
N Percobaan 2, Yogyakarta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar