Sabtu, 15 Februari 2014

Menemukan Situasi untuk Mematematisasi

Pembangunan sebuah konsep matematika bertujuan untuk membuat anak dapat mematematisasi kehidupan nyata mereka sendiri dan potensi situasi yang dapat mengembangkan kemampuan tersebut harus dibentuk atau ditemukan yang kemudian diterapkan secara hati-hati. Siswa harus diberikan kesempatan untuk memberanikan diri mereka mengerti matematika dan melihat dirinya sebagai matematikawan. Kita harus melibatkan mereka dalam mengartikan dunia mereka secara matematika. Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa matematika ada di sekitar kita dan memberikan contoh-contoh sederhana yang ada di sekitar mereka. Seperti melihat angka pada sebuah tanda, nomor telepon, alamat rumah atau dengan menunjukkan bentuk geometri pada makanan, cangkir, kotak, dan objek lainnya di sekitar kita.
Situasi yang dapat dimatematisasikan oleh pembelajar, setidaknya memuat tiga komponen:
1.      Situasi yang berpotensi untuk memodelkan matematika harus dibangun (Freudenthal 1973). Misalnya, bus dan kereta bawah tanah dapat digunakan sebagai model matematika dalam memodelkan penambahan dan pengurangan. Kemudian skenario tentang toko penjual bahan makanan dan eceran, permainan papan atau permainan kartu mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi model matematika.
2.      Situasi yang dibuat mengharuskan siswa untuk menyadari apa yang sedang mereka lakukan. The Dutch atau orang Belanda menggunakan istilah zich reliseren dalam menggambarkan atau membayangkan sesuatu secara konkret. (Van Heuvel-Panhuizen 1996)
3.      Situasi yang mendorong anak untuk bertanya, memperhatikan pola, bertanya-tanya, mengapa dan bagaimana jika. penemuan adalah inti dari mematimatisasi. Pertanyaan yang datang dari interaksi antara kita dunia sekitar.

Sumber dari Young Mathematicians At Work

Ditulis kembali oleh Rizka Khoerun Nisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar