Seorang
guru matematika kelas 6 sekolah dasar, bernama Scott Frye dan Signe Kastberg
mengadaptasi sebuah rasio perbandingan suatu permasalahan yaitu pembagian pizza
antara dokter dan atlit, dalam menembangkan norma-norma social yang dapat
diberlakukan dalam semua disiplin ilmu. Dalam diskusi kelasnya, Frye
mengharapkan semua siswa yang berada di kelasnya akan mempunyai tingkah laku tekun, menantang dan bertanya dalam
menyampaikan pendapat mereka ke teman-teman lainnya serta guru.
Tingkah
laku tekun, menantang dan bertanya dalam
perkembangannya mempunyai pengaruh besar terhadap kecakapan siswa. Kecakapan adalah
bekerja untuk mengidentifikasi alur penyelesaan; menemukan penyelesaian;
bekerja dengan penyelesaian yang lama untuk mengeksplor metode lain dalam
menyelesaikan masalah; dan memperpanjang pertanyaan dari masalah yang lebih
sulit. Salah satu murid dari Frye, Jessica menggambarkan bagaimana norma
ketekunan sangat efektif dalam menemukan solusi permasalahan pembagian pizza
antara dokter dan atlit. Bahkan, dia dapat menyimpulkan bahwa dia lebih suka
memilih menjadi atlit karena mendapatkan sepersepuluh pizza lebih besar dari
dokter.
Kecakapan
matematika meliputi lima keterampilan yang terjalin dan watak-watak (disposisi)
yang diperlukan untuk sukses dalam belajar matematika. Sedangkan siswa dari
Frye menunjukkan tiga hal yaitu: kompetensi strategis, penalaran adaptif dan
disposisi produktif. Jessica dan Abbey berpendapat bahwa matematika merupakan
sesuatu yang “masuk akal, bermanfaat, dan berharga”, inilah salah satu
disposisi produktif yang merupakan salah satu bagian dari kecakapan matematika.
Sedangkan
norma menantang dan bertanya
ditunjukkan pada saat Ashley dan Stevie beradu pendapat tentang apakah jumlah
dokter dan atlit akan berjumlah sama. Stevie bertanya pada Ashley, apakah jumlah
dokter dan atlit akan berjumlah sama apabila kita tetap menghitung? Dari
pertanyaan ini, Stevie sudah menerapkan norma menantang dan bertanya pada Ashley.
Pengembangan
kecakapan social dapat timbul dari usaha guru dalam menghadirkan norma
matematika social. Dalam kelas Frye ini, diskusi dan membandingkan solusi yang
didapat oleh masing-masing siswa dapat membantu membangun kecakapan matematika
siswa, melalui norma-norma tekun,
menantang dan bertanya.
Sumber dari Teaching
Children Mathematics Vol. 20, No. 1, Agustus 2013
Ditulis kembali oleh Rizka Khoerun Nisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar