Pada
artikel ini guru matematika pada tingkat menengah menemukan tantangan yang
harus segera ditanggulangi. Yaitu membantu siswa-siswa yang berlatar belakang
memiliki nilai prestasi yang di bawah rata-rata. Guru yang telah berusaha untuk
menjelaskan dan memberikan materi atau bahan pelajaran bagi siswa, namun banyak
siswa yang bingung mengenai prosedur atau cara dan akhirnya lupa. Intervensi
yang utama untuk dilakukan adalah mengatasi kebingungan siswa dengan cara
melatih kembali prosedur atau cara umum dan memberikan latihan tambahan dengan
harapan bahwa siswa akan memahami dari waktu ke waktu.
Dalam
mengatasi permasalahan ini, guru perlu membuat suatu terobosan baru pada saat
itu. Secara khusus, untuk mengatasi kebutuhan bahan-bahan pelajaran
siswa guru perlu membuat keputusan mengenai pemilihan pengalaman yang bisa
menutup kesenjangan prestasi. Namun, tanpa kerangka atau rancangan untuk
memilih representasi yang penting dan pengalaman. Guru tergantung pada desain dan rangkaian kegiatan dalam
bahan ajar yang mereka gunakan dalam kelas mereka.
Representasi
yang digunakan guru harus mampu meningkatkan jalan masuk siswa menuju
matematika. Sebuah “model gunung es”, yang dikembangkan
oleh Institut
Freudenthal bagi guru-guru di Netherlands, yang digunakan oleh para guru kelas
menengah di Amerika Serikat. Model ini mendukung adanya pilihan intervensi
material bahan-bahan pelajaran yang dapat diterima dan rangkaian bahan-bahan
pelajaran yang berpusat pada siswa. Model ini telah membuktikan sebagai perumpamaan
yang sangat kuat untuk menjelaskan bagaimana siswa memerlukan pengalaman luas dari model
matematika untuk membuat arti dari sebuah representasi matematika formal.
Beberapa kelompok dari
guru dapat berkerja sama mengenai model gunung es, yang menawarkan sebuah
keadaan untuk menyelidiki dan merundingkan representasi tentang hal-hal yang
perlu dan rangkaian aktivitas-aktivitas dalam material bahan-bahan pelajaran.
Model ini adalah sebuah perumpamaan, yang membedakan peran dari representasi
informal, preformal, dan formal yang digunakan oleh siswa.
Ditulis kembali oleh Rizka
Khoerun Nisa
Sumber : “Beneath the Tip of the Iceberg: Using
Representatios to Support Student Understanding” oleh David C. Webb, Nina
Boswinkel, dan Truus Dekker
Tidak ada komentar:
Posting Komentar