Minggu, 02 Maret 2014

Di Bawah Ujung Gunung Es: Menggunakan Representasi untuk Mendukung Pemahaman Siswa

Pada artikel ini guru matematika pada tingkat menengah menemukan tantangan yang harus segera ditanggulangi. Yaitu membantu siswa-siswa yang berlatar belakang memiliki nilai prestasi yang di bawah rata-rata. Guru yang telah berusaha untuk menjelaskan dan memberikan materi atau bahan pelajaran bagi siswa, namun banyak siswa yang bingung mengenai prosedur atau cara dan akhirnya lupa. Intervensi yang utama untuk dilakukan adalah mengatasi kebingungan siswa dengan cara melatih kembali prosedur atau cara umum dan memberikan latihan tambahan dengan harapan bahwa siswa akan memahami dari waktu ke waktu.
Dalam mengatasi permasalahan ini, guru perlu membuat suatu terobosan baru pada saat itu. Secara khusus, untuk mengatasi kebutuhan bahan-bahan pelajaran siswa guru perlu membuat keputusan mengenai pemilihan pengalaman yang bisa menutup kesenjangan prestasi. Namun, tanpa kerangka atau rancangan untuk memilih representasi yang penting dan pengalaman. Guru tergantung pada desain dan rangkaian kegiatan dalam bahan ajar yang mereka gunakan dalam kelas mereka.
Representasi yang digunakan guru harus mampu meningkatkan jalan masuk siswa menuju matematika. Sebuah “model gunung es”, yang dikembangkan oleh Institut Freudenthal bagi guru-guru di Netherlands, yang digunakan oleh para guru kelas menengah di Amerika Serikat. Model ini mendukung adanya pilihan intervensi material bahan-bahan pelajaran yang dapat diterima dan rangkaian bahan-bahan pelajaran yang berpusat pada siswa. Model ini telah membuktikan sebagai perumpamaan yang sangat kuat untuk menjelaskan bagaimana siswa memerlukan pengalaman luas dari model matematika untuk membuat arti dari sebuah representasi matematika formal.
Beberapa kelompok dari guru dapat berkerja sama mengenai model gunung es, yang menawarkan sebuah keadaan untuk menyelidiki dan merundingkan representasi tentang hal-hal yang perlu dan rangkaian aktivitas-aktivitas dalam material bahan-bahan pelajaran. Model ini adalah sebuah perumpamaan, yang membedakan peran dari representasi informal, preformal, dan formal yang digunakan oleh siswa.
Ditulis kembali oleh Rizka Khoerun Nisa

Sumber : “Beneath the Tip of the Iceberg: Using Representatios to Support Student Understanding” oleh David C. Webb, Nina Boswinkel, dan Truus Dekker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar