A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Salah satu pendekatan pembelajaran kontruktivis yang akhir-akhir ini dikembangkan di Indonesia adalah Pembelajaran Matematika Realistik (PMR), dalam beberapa artikel yang berhubungan dengan Pendidikan Realistik sering ditemukan istilah hipotesis trayektori pembelajaran. Hipotesis trayektori pembelajaran atau hypothetical learning trajectories (HLT) merupakan jabaran berbagai aspek pedagogik dalam pembelajaran matematika yang bermuara pada pemahaman konsep. HLT terdiri dari tujuan pembelajaran, masalah-masalah matematika yang akan digunakan untuk mendukung pemahaman siswa (aktivitas yang direncanakan untuk kegiatan belajar) dan hipotesis mengenai proses pembelajaran siswa (Simon, 1995 dalam Simon & Tzur, 2004).
Oleh karenanya penulis mencoba memberikan masalah-masalah kontekstual kepada siswa SD kelas 5 yang bersesuaian dengan ide-ide matematis untuk pembelajaran dikelas. Perancangan HLT ini dirasa sangat bermanfaat untuk mendukung proses kontruksi pengetahuan formal matematika oleh siswa secara mandiri secara berjenjang mulai dari penyelesaian masalah dunia nyata secara informal sampai pada penggunaan matematika formal.
2. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka peneliti merumuskan pertanyaan penelitian adalah bagaimana kemampuan berpikir siswa dalam menyelesaikan permasalahan terkait bangun datar dan bangun ruang.
B. Metode
1. Pengumpulan Data
a. Sekolah
Nama Sekolah : Sekolah Dasar
Kelas : V
Guru Matematika : Shim Chang Min, S.Pd.
Waktu Observasi : 07.45 – 08.55 (jam ke-1 dan ke-2)
b. Partisipan
1) Jumlah Siswa
Siswa SD kelas V semuanya berjumlah 16 siswa namun ketika observasi siswa yang hadir berjumlah 15 siswa, Satu siswa tidak hadir dikarnakan sakit.
2) Kondisi kelas
a) Posisi duduk
Dalam kelas tersebut, terlihat tidak ada pemisahan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan duduk di bangku yang mereka inginkan.
Adapun denah tempat duduk siswa digambarkan sebagai berikut:
b) Perbandingan siswa laki- laki dan perempuan
Dilihat dari posisi duduk siswa laki-laki dan perempuan diatas terlihat bahwa jumlah siswa laki-laki dan perempuan adalah 16 siswa dengan perbandingan antara laki- laki dan perempuan adalah 10 : 6 atau 5 : 3
c) Kesiapan siswa dalam menerima pelajaran
Pada awal pelajaran, siswa masih belum siap belajar. Bahkan, siswa masih berbicara dengan teman lainnya pada saat guru berada di depan kelas. Namun ketika guru meminta semua siswa memperhatikan seketika siswa terlihat tenang tidak ada siswa yang berbica lagi
c. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang akurat diperlukan sebuah teknik pengumpulan data yang memadai. Teknik yang akan digunakan adalah :
1) Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis, dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiono, 2011 : 203). Dilakukannya observasi karena ingin mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan di kelas V SD , sehingga dapat memperoleh gambaran tentang kondisi kelas saat proses pembelajaran berlangsung.
2) Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin mendapatkan informasi yang diperlukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaaan kepada guru yang bersangkutan.
Kami mewawancarai guru matematika kelas V SD untuk mendapatkan informasi terkait dengan pembelajaran yang biasanya dilakukan.
Pertanyaan yang kami ajukan kepada guru matematika diantaranya yaitu mengenai pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah, ternyata di sekolah belum menerapkan pembelajaran matematika realistik, bukan guru yang tidak mengerti tentang pendekatan tersebut karena guru sudah pernah mengikuti pelatihan mengenai pembelajaran tersebut tetapi karena siswa-siswa susah untuk diajak berfikir kreatif.
2. Rencana Pembelajaran
Rencana Pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang digunakan menggunakan Hypothetical Learning Trajectory. RPP ini berisi tentang empat komponen penting yaitu starting point, tujuan pembelajaran, masalah dan hipotesis kemungkinan jawaban siswa. Klik disini untuk melihat RPP.
3. Data Analisis
Uji coba yang dilakukan di kelas 5 berlangsung pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2014 pukul 08.30-09.00 WIB dengan jumlah siswa yang mengikuti ada 14 siswa. Pada saat berlangsung uji coba HLT, kondisi siswa di kelas tersebut tidak terlalu kondusif karena siswa baru melaksanakan upacara Hari Jadi Sleman dan waktu istirahat sehingga siswa tidak bisa berkonsentrasi pada materi.
Pada awal pelajaran guru membuka pelajaran dan memberitahukan kepada siswa-siswa bahwa kami akan melakukan kegiatan. Kemudian guru mempersilahkan kepada kami untuk melakukan uji coba.
Sebelum melakukan uji coba, kami memberikan apersepsi tentang volume balok dan satuan untuk bangun ruang. Kami mengkondisikan siswa menjadi empat kelompok.
Dari dua masalah yang kami ujikan dari HLT ada beberapa jawaban dan proses pengerjaan berkelompok yang berbeda-beda, serta kebanyakan jawaban siswa adalah kurang tepat. Dari masalah yang pertama, sebanyak tiga kelompok menjawab sesuai dengan HLT yang kami buat yang pertama dan satu kelompok menjawab dengan HLT yang ketiga.
Sedangkan dari masalah yang kedua, sebanyak 3 kelompok menjawab dengan kemungkinan yang pertama, dan sisanya menjawab dengan kemungkinan yang kedua.
Menurut kami adanya beberapa jawaban siswa yang kurang tepat tersebut dipengaruhhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Materi yang kami berikan belum sepenuhnya diajarkan oleh guru matematika yang mengajar di kelas tersebut.
b. Kondisi kelas yang kurang kondusif.
c. Minat siswa yang kurang dalam mengerjakan HLT yang kami berikan.
d. Kurangnya kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran.
e. Waktu yamg kurang sesuai (karena jam siang dan dilaksanakan setelah upacara).
4. Analisis Hasil
Dari permasalahan yang kami uji cobakan diperoleh jawaban-jawaban siswa yang berbeda-beda. Jawaban-jawaban tersebut terlampir. Berikut ini adalah analisis jawaban-jawaban siswa.
a. Analisis Jawaban Kelompok 1
1) Jawaban Nomor 1
Pada jawaban nomor 1 pada kelompok 1 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang pertama, yaitu siswa telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok serta telah mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik sehingga siswa mampu mengerjakan permasalahan nomor 1 dengan benar.
Gambar Jawaban Nomor 1 Kelompok 1
2) Jawaban Nomor 2
Pada jawaban nomor 1 pada kelompok 1 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang kedua, yaitu siswa telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok, akan tetapi siswa belum mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik sehingga masih dalam bentuk satuan liter.
Hal tersebut terlihat pada jawaban siswa yaitu panjang, lebar dan tinggi masing-masing adalah 10 liter, 5 liter dan 1 liter.
Menurut kami kelompok 1 belum dapat berpikir secara realiatis atau nyata. Karena siswa belum memahami tentang satuan panjang yang dinyatakan dengan satuan panjang seperti dalam bentuk meter atau centimeter.
Gambar Jawaban Nomor 2 Kelompok 1
b. Analisis Jawaban Kelompok 2
1) Jawaban Nomor 1
Pada jawaban nomor 1 pada kelompok 2 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang pertama, yaitu siswa telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok serta telah mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik sehingga siswa mampu mengerjakan permasalahan nomor 1 dengan benar.
Gambar Jawaban Nomor 1 Kelompok 2
2) Jawaban Nomor 2
Pada jawaban nomor 2 pada kelompok 2 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang pertama, yaitu siswa yang telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok serta siswa telah mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik.
Hal tersebut terlihat pada jawaban siswa yaitu panjang, lebar dan tinggi masing-masing adalah 2 cm, 5 cm dan 5000 cm.
Menurut kami siswa pada kelompok 2 sudah memahami tentang satuan panjang yang dinyatakan dengan satuan panjang seperti dalam bentuk meter atau centimeter. Namun siswa belum berpikir tentang apakah masuk akal bahwa ada panjang sebuah akuarium 2 cm. Begitu pula dengan lebarnya.
Gambar Jawaban Nomor 2 Kelompok 2
c. Analisis Jawaban Kelompok 3
1) Jawaban Nomor 1
Pada jawaban nomor 1 pada kelompok 3 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang ketiga, yaitu siswa yang telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok namun dalam mengerjakan terdapat kesalahan perhitungan.
Gambar Jawaban Nomor 1 Kelompok 3
2) Jawaban Nomor 2
Pada jawaban nomor 2 pada kelompok 3 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang pertama, yaitu siswa yang telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok serta siswa telah mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik.
Hal tersebut terlihat pada jawaban siswa yaitu panjang, lebar dan tinggi masing-masing adalah 50 cm, 5 cm dan 200 cm.
Menurut kami siswa pada kelompok 3 sudah memahami tentang satuan panjang yang dinyatakan dengan satuan panjang seperti dalam bentuk meter atau centimeter. Namun siswa belum berpikir tentang apakah masuk akal bahwa ada lebar sebuah akuarium 5 cm.
Gambar Jawaban Nomor 2 Kelompok 3
d. Analisis Jawaban Kelompok 4
1) Jawaban Nomor 1
Pada jawaban nomor 1 pada kelompok 1 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang pertama, yaitu siswa telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok serta telah mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik sehingga siswa mampu mengerjakan permasalahan nomor 1 dengan benar.
Gambar Jawaban Nomor 1 Kelompok 4
2) Jawaban Nomor 2
Pada jawaban nomor 2 pada kelompok 4 terlihat bahwa jawaban siswa sesuai dengan HLT yang pertama, yaitu siswa yang telah mengetahui unsur-unsur balok dan mengetahui rumus volume balok serta siswa telah mengetahui tentang satuan bangun ruang yaitu dalam bentuk kubik.
Hal tersebut terlihat pada jawaban siswa yaitu panjang, lebar dan tinggi masing-masing adalah 2000 cm, 25 cm dan 1 cm.
Menurut kami siswa pada kelompok 4 sudah memahami tentang satuan panjang yang dinyatakan dengan satuan panjang seperti dalam bentuk meter atau centimeter. Namun siswa belum berpikir tentang apakah masuk akal bahwa ada tinggi sebuah akuarium 1 cm.
Gambar Jawaban Nomor 2 Kelompok 4
C. Simpulan dan Diskusi
Dari observasi dan hasil uji coba HLT yang kami lakukan, menurut kami siswa dari SD khususnya pada kelas V memiliki kreativitas yang cukup baik. Mereka pun sudah memahami materi bangun datar dan bangun ruang yang di sampaikan oleh Guru, hanya saja siswa masih mengalami kesulitan ketika diberikan permasalahan yang berkaitan dengan sehari-hari, mereka masih belum bisa berfikir realis sesuai dengan soal yang diberikan. Hal tersebut salah satunya dikarenakan Guru kurang memfasilitasi kreativitas siswa, Guru kurang melatih siswa untuk berfikir realistik sehingga siswa belum dapat mengembangkan kemampuan berpikir mereka secara maksimal.
D. Dokumentasi


menarik ya
BalasHapus